Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2015

Industri Dalam Fotografi

INDUSTRI FOTOGRAPHY

1.    Wedding Photograpy


 
Merupakan bisnis fotografi yang banyak diminati oleh para fotografer. Tidak ada standar terbaik menentukan foto, semua bergantung pada konsep pernikahan tersebut. Pernikahan adalah suatu momen hidyup manusia yang banyak menghabiskan uang dalam satu waktu. Pernikahan ini setidaknya dialami oleh manusia minimal 1 kali seumur hidup. Kepentingan mengabadikan dengan baik ,sama pentingnya dengan pernikahan itu sendiri. Oleh karena itu Wedding Photograpy merupakan lahan basah bagi para fotografer konsep.Ada beberapa konsep foto yang umun pada Wedding Photograpy, yaitu :
a.    Prawedding : Merupakan bagian pranikah, sorang fotografer konsep berupaya untuk memperlihatkan konsep terbaik mereka “ menjual pasangan konsep yang sedang jatuh cinta”  digambarkan dalam momentum momentum yang romantis dan dalam rekayasa yang kreatif.
b.    Akad : akad atau ikrar janji suci pengantin yang biasa dilakukan ditempat ibadah. Bagi para fotografer  konsep, kesan khidmat, serius, dan sakrallah yang ditangkap dalam konsepnya. Fotografer harus mampu menangkap emosi yang berlangsung saat akad dan tidak menggangu acara itu sendiri.
c.    Seremoni :  merupaka acara puncak. Orang orang yang diundang adalah objek utama yang perlu diperhatikan fotografer. Fotografer seremoni memberikan kepada para tamu untuk foto bersama kedua mempelai. Pada momen ini fotografer diharuskan teliti dan jeli juga konsentrasi pada panggung pelaminan untuk mendapatkan gambar yang terbaik.

2.    Foto Session


Bisnis foto Session dibutuhkan oleh para perusahaan perusahaan yang sedang membutuhkan representasi foto tertentu. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, pengambilan foto dilakukan berulang ulang tergantung kesempatan.Dilihat dari jenis foto Session bisa dibagi menjadi bagian bagian antara lain:
a.    Foto produk : Foto produk sering berupa instalasi produk yang ditujukan untuk direktori. Direktori produk tersebut masuk menjadi bagian dari katalog produk. Foto yang dihasilkan pun harus mecerminkan kekuatan produk tersebut.
b.     Foto Model : Model dan produk tidak bisa dipisahkan.Selain memperlihatkan harmoni antara sang model dengan produk fashion yang dipakainya, andapun dituntut untuk meramu konsep yang sesuai dengan tujuan sang desainer fashion itu sendiri. Adapun  apabila berkaitan dengan dengan foto produk dengan meminjam model, anda dituntu jeli melakukan dinamisasi, matching concept produk pada sang model. Misalnya , produk minuman segar sejalan dengan model yang berkeringat dan terlihat sangat haus.
c.    In house Photography : Sesi foto dalam kepentingan para koorporatnya. Kepentingan ituberkaitan dengan banyak hal yang perlu diabadikan oleh fotografi. Dalam hal ini diantaranya:
-    Public internal service merupakan sesi fotografi bagi kepentingan personalia. Biasanya pengambilan gambara para karyawan baru pada saat tes wawancara atau momentum lain, seperti dilakukan pelatihan pelatihan bagi karyawan , indorr atau out door.
-    Seremoni. Sesi khusus perusahaan dalam  kaitan dengan peristiwa tertentu, misalnya topping sebuah gedung bertingkat, pemotongan pita seremoni, ulang tahun perusahaan, wisuda sebuah universitas,dll.


3. Art photography

 
Terlalu muskil apabila art phgotography dijadikan bisnis,sebagai mana yang lain. Namun bagi seorang yang mampu dan melihat peluang bisnis dari foto seni, hal ini bisa menjadi salah satu kekuatannya. Misalnya, anda bisa menghasilkan sebuah foto yang berkualitas dan memiliki nilai artistik yang tinggi sehingga ingin menjual foto tersebut. Tempat yang akan membeli foto anda yang bernilai seni itu tentu saja media massa. Anda bukan sekedar menjual foto, namun lebih dari itu, kepentingan publikasi. Semakin sering foto anda hadir di media, semakin kukuh julukan anda sebagai fotografer profesional. Ini merupakan bentuk iklan gratis dari usaha foto yang hendak dirintis. Jadi kepentingan mengirim foto artistik kem edia artinya berkaitan juga dengan nilai jual anda sebagai seniman foto. Daya tawar anda di antara fotografer lainnya juga dipertaruhkan di tengah media massa
Fotografi seni begitu beragam dan memasuki banyak ranah dalam fotografi. Sederhananya, hasil foto anda yang anda buat,apabila mengandung nilai artistik tertentu dan dibebaskan hak ciptanya oleh perusahaan pemesan atas nama anda, bisa dipublikasikan atas nama anda. Seorang fotografer seni mempunyai ketertarikan tersembunyi pada objek foto yang menjadikan seorang fotografer menjadi etnografer. Dari fotografer semacam ini anda bisa menikmati sajian foto monumental, lanskape, life still, bahkan sampai masakan yang memenuhi selera anda akan gambar wallpaper. Gambar walpaper sendiri bukanlah gambar yang selalu menghiasi komputer anada, melainkan walpaper yang kelak dikombinasikan dan dikumpulkan dalam satu buku fotografi. Nilai buku fotografi inilah yang lebih mahal dari pada buku teks yang paling mahal. Di sinilah sisi komersialitas tang lain dari foto seni.
a.    Foto Jurnalis
Anda mendaftarkan diri menjadi seorang fotografer lepas di media massa (stinger), dan berupaya mengambil momentum masyarakat. Anda bisa mengenal banyak orang dan banyak belajar mengenai orang per orang dibalik kamera. Tidak cukup dengan bayaran murah dan pengetahuan saja, bila semakin ekstrem, anda bisa dikirim keluar negeri menjadi seorang fotografer perang oleh editor atau yang cukup enak, meliput event internasional yang dibiayai media tempat anda bekerja.Walaupun hak cipta foto menjadi milik media, tetapi seorang stinger bisa menggunakannya untuk kepentingan sayembara foto jurnalistik. Dan jika menang tentu hadiahnya akan berlipat lipat dibandingkan saat dimuat dimedia yang bersangkutan.
Tak hanya itu keuntungannya, yang tak kalah pentingnya adalah prestise. Terangkatnya prestise media berikut fotografernya dalam sayembara foto jurnalistik menjadikan media tempat anda bekerja menjadi galeri galeri bagi karya karya yang sudah dijamin kualitasnya. Sehingga nama anda akan begitu identik dengan media tempat bekerja. Perbedaan foto jurnalis adalah terletak pada pilihan, membuat foto jurnalis berarti memilih foto yang cocok.
Nilai suatu foto ditentukan oleh beberapa unsur :
1.    Aktualitas
2.    Berhubungan dengan berita
3.    Kejadian Luar biasa
4.    Promosi
5.    Kepentingan
6.    Human Interest
7.    Universal
Foto jurnalistik terbagi menjadi beberapa bagian :
1.    Spot news         : Foto Insidential / tanpa perencanaan. Contoh : foto bencana, kerusuhan
2.    General news         : Foto yang terencana. Contoh : Foto Olahraga, SU MPR
3.    Foto Feature        : Foto unutk mendukung suatu artikel.
4.    Esai foto        : Kumpulan beerapa fto yang dapat bercerita

b.    Street Fotografer
Fotografer bisa didefinisikan secara mudah melalui subjek-subjeknya. Fotografer pernikaha nmengambi gambar-sebuah acara pernikahan. Fotografer portrait memosekan seseorang dan mengambil gambarnya. Fotografer alam meliputi area yang lebih besar lagi, tapi masih dapat dengan mudah dikategorikan. Sedangkan street fotografer tidak dapat didefiniskan dengan mudah karena tidak hanya  meliputi dan mencangkup subjek tertentu saja. Sebuah faktor pentin menjadi street fotografer adalah menangkap “ the decisive moment “. Kesimpulannya , banyak sekali elemen yang bisa digunakan untuk mendefinisikan street fotografer.
Teknik yang digunakan  street fotografer adalah straight photography. Oleh karena itu, memperlihatkan sebuah visual yang jujur layaknya melihat dalam cermin masyarakat. Hasil dari street fotografi bisa bernilai bisnis tergantung kehebatan fotografer melakukan konsepsi tentang jalan dan kemampuan menjualnya.
Mungkin itu saja yang dapat saya tuliskan, semoga bermanfaat.

Source : Buku Beljar Fotografi Untuk Hobby dan Bisnis


Kamis, 05 Maret 2015

Komunitas Fotografi di Indonesia

Komunitas fotografi di Indonesia cukup banyak. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan dunia informasi yang mudah tentang fotografi di internet yang menjadi sebuah fenomena yang membuat komunitas fotografi berkembang pesat.
Komunitas fotografi memiliki klasifikasi yang tidak sembarangan, sekarang komunitas fotografi sudah lebih mengerucut ke genrenya masing-masing. Ada yang berbendera kamera analog, kamera lomo, pinhole, pecinta film, dan masih banyak lagi.
Dalam bahasan ini saya akan memberikan beberapa gambaran dan profil dari komunitas fotografi yang cukup representatif.
1.    Komunitas Lubang Jarum Indonesia
komunitas ini didirikan oleh Ray Bachtiar, bapak Fotografi Lubang Jarum Indonesia. Pada 2001, Ray Bachtiar menulis sebuah buku yang berjudul “MEMOTRET dengan KAMERA LUBANG JARUM”.Komunitas Lubang Jarum Indonesia didirikan pada tanggal 17 Agustus 2002. Jangan takut untuk bergabung dengan komunitas ini meskipun Anda belum memiliki kamera.
2.    Lomonesia ( Lomography Society Indonesia)
Jika anda tertarik dengan kamera keluaran Russia tersebut, saya sarankan untuk bergabung dengan komunitas ini. Lomonesia berdiri sejak Agustus 2004. Jika anda tertarik , Anda buka saja websitnya www.lomonesia.com
3.    AIR Photograpy
Komunitas fotografer asal Bandung. Mereka mencetuskan gerakan fotografi bergerak, yaitu sebuah gerakan bagi para fotografer untuk menyikapi permasalahan sosial lewat fotonya. Komunitas ini juga rutin menyelengarakan pameran dan diskusi. Komunitas ini berada di Jalan Taman Pramuka Bandung.
4.    Klastic
Komunitas penyuka kamera plastik. Kamera plastik adalah jenis kamera lama yang terbuat dari plastik. Biasa dikenal sebagai toys camera karnera karena bentuknya yang mirip mainan. Lahir pada 7 Desember 2008.
5.    Fotografer Net
Komunitas maya yang membahas dunia fotografi sangat lengkap. Di dalamnya terdapat forum forum yang bisa dijadikan tempat share anda tentang fotografi. Ada juga fotografer ternama yang memilik account di dalam forum ini. Para pengguna forum ini bisa menyelesaikan masalah fotografi secara kompeten.Bagi yang berminat bergabung buka saja www.fotografer.net
6.    Komunitas pecinta kamera tua (analog)
Komunitas ini lahir karena sebuah thread di fotografer.net yang membahas tentang serba serbi kamera tua. Ternyata responnya cukup banyak. Komunitas ini juga komunitas didunia maya.. Untuk berkomunikasi merekan menggunakan milis di yahoo. Jika tertarik silahkan buka milis Komunitas Kamera Analog.
7.    Jakarta Photo Club
Jakarta Photo Club merupakan komunitas di dunia maya yang berdiri sejak 10 Maret 2005. Alasan kenapa bernama kota karena para pendirinya memang berasal di Jakarta. Meskipun bernama Jakarta namun komunitas ini juga membuka diri untuk siapapun di daerah mana saja yang ingin berdiskusi perihal fotografi. Motto mereka “ Learning and sharing” in Photography.

Rabu, 04 Maret 2015

Teknik Dasar Fotografi

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa Teknik Dasar Fotografi. Beberapa teknik tersebut adalah :                                                                               Blurring
 


     Terkadang foto yang kabur dapat dapat mempunyai nilai artistic yang lebih. Teknik ini dipakai oleh fotografer yang ingin memberikan kesan dramatis dari suatu objek. Cara menghasilkan foto dengan teknik ini adalah menggunakan Shutter Speed rendah yang rendah. Objek yang akan dibuat blur harus lebih cepat dari Shutter Speed yang disetel.

 Freezing

     Teknik ini sebaiknya digunakan untuk objek yang bergerak cepat sehngga akan terlihat lebih ekspresif dan kesan pembekuan akan lebih kental. Hasi ldari teknik ini akan sangat luar biasa karena biasanya ekspresinya luput dari pandangan mata telanjang.Kunci untuk menggunakan teknik ini adalah memasang shutter speed dengan kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan objek yang akan di shoot.

Panning



     Panning merupakan teknik kebalikan dari bluring. Panning akan memberikan kesan objek begitu cepat. Teknik ini juga biasa digunanakan untuk memotret objek yang bergerak cepat. Pertama buat focus pada objek yang ingin diambil lalu seel Shutter speed lebih rendah daripada gerakan objek, setelah benar benar fokus dan sesuai, tekan tombol rana sembari menggerakan kamera mengikuti arah objek.

 Zooming

     Teknik ini meunjukan kesan background yang mnunjuk pada objek. Mata orang yang melihat secara psikologis akan menuju langsung pada objek. Untuk menggunakan teknik ini perlu kamera dengan lensa yang dapat diatur jaraknya. Pertama lakukan focusing pada objek yang akan di foto. Setelah itu kunci focusing dan putar zoom lensa kearah yang diinginkan (zoom in/zoom out). Gunakan shutter speed yang tidak terlalu tinggi. Jangan samapai focal length, shutter erubah saat sudah berenti merekam objek. Untuk hasil yang maksimal gunakanlah tripod atau monopod sebagaialat bantu.
 
 Deep of field

 
Deep of field (DOF) merupakan teknik memainkan ketajaman objek. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi sempit luasnya DOF, yaitu diafragma, jarak pengambilan objek, dan focal length yang terdapat pada lensa.




Source : Buku " Belajar Fotografi Untuk Hobby dan Bisnis "

Segitiga Utama Dalam Fotografi

Pada Kesempatan ini saya akan bagikan perihal  Segitiga Utama Dalam Fotografi
Segitiga utama dalam fotografi adalah Aperture, shutter speed, dan ISO. Pengaturan yang berbeda pada masing masing komponen segitiga utama tersebut akan menghasikan foto yang perbeda. Dengan pemahaman baik dari ketiga hal tersebut akan memberikan hasil yang tepat sesuai keinginan.
Aperture

     Aperture merupakan tingkat bukaaan lensa yang mengakomodasi cahaya yang masuk kedalam sensor kamera.


Shutter Speed 
     Shutter Speed merupakan waktu yang diperlukan sebuah kamera untuk membuka sensor untuk menyerap cahaya. Shutter Speed dinyatakan dalam satuan detik


ISO



     ISO adalah ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Biasanya ukuran ISO kamera mulai dari rentang 100 sampai 3200, dan pada kamera tertentu juga memiliki ISO yang lebih tinggi.


Source : Buku  50 kasus fotografi

All Rights Reserved. 2014 Copyright SIMPLITONA

Powered By Blogger | Published By Gooyaabi Templates Designed By : BloggerMotion

Top